Jangan Potong Pucuk Nasi Tumpeng pas Syukuran, Ini Alasannya

Jangan Potong Pucuk Nasi Tumpeng pas Syukuran, Ini Alasannya

Nasi tumpeng persis dengan sejumlah perayaan. Baik syukuran, upacara keagamaan, maupun acara tradisional. Ternyata bukan hanya bentuknya saja yang disusun dengan komponen yang menarik. Nasi tumpeng ternyata punyai filosofi tersendiri.

Ketua Umum Indonesian Gastronomy Community (IGC), Ria Musiawan mengatakan tumpeng punyai banyak arti. Bukan hanya bentuk nasinya, melainkan berasal dari bermacam lauk ada di dalamnya,salah satunya adalah daging.

“Contoh saja ayam yang mewakili hewan yang hidup di darat, dan ada ikan mewakili hewan yang hidup di air. Setiap lauk tumpeng ini mewakili arti berasal dari setiap elemen yang ada,” terang Ria, dalam talk show ‘Arti dan Filosofi berasal dari Berbagai Makanan di Hari Raya Imlek’, baru-baru ini Pesan Kue Tampah di Jakarta  .

Baca Juga : Kaesang Ngetwit soal Tumpeng Helo Kiti, Ini Asal Usul Nasi Tumpeng

Ria melanjutkan bahwa pas ini banyak kesalahpahaman yang dikakukan seseorang berkenaan nasi tumpeng. Biasanya masyarakat kerap memotong pucuk tumpeng sebagai simbolis. Namun sebenarnya kebiasaan ini mematahkan arti yang ada terhadap nasi tumpeng itu sendiri.

“Sebenarnya ini salah, justru tumpeng ini mewakili berasal dari semua doa dan harapan yang diminta. Kalau pucuk tumpeng dipotong, tandanya seperti memotong doa dan harapan yang diminta. Jadi cara makannya itu dikeruk saja dengan sendok dan jangan dipotong,” tuntasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *